Sabtu, 28 Juni 2014

Begitu Populernya Jokowi Di Seluruh Indonesia Dan Pilpres 2014

Di medio bulan November 2013 lalu, jauh sebelum hingar- bingar kampanye Pilres 2014 dengan segala isu, gaya kampanye baik yang negatif maupun positif , saya berbincang- bincang dengan seorang teman yang baru saja menjalankan tugas keliling ke beberapa wilayah di Indonesia, mulai pelosok Aceh, Palembang, Lampung, hingga di Kalimantan, Sulawesi dan juga pedalaman Papua. Pekerjaan teman saya tersebut adalah konsultan pengembangan masyarakat spesialisasi pengembangan ekonomi kecil dan kreatif. Teman saya tersebut bercerita bagaimana gambar, spanduk dan baju kotak- kotak khas Jokowi bertebaran di daerah- daerah yang dikunjunginya tersebut. Daerah- daerah terpencil yang nota bene jauh dari hingar- binger politik dan secara politik mereka umumnya apatis dan top down menurut teman saya begitu aktif dalam membincangkan sosok Jokowi yang ketika itu masih menjabat gubernur DKI. Menurut teman saya, fenomena aktifnya masayarakat tersebut, yang nota bene di pedalaman, jauh dari nalar politik, jarang ditemui . teman saya sampai tidak percaya kalau Jokowi di daerah- derah pedalam tersebut begitu popular, begitu disukai dan menjadi perbincangan. Ketika bertemu dan mengobrol dengan mereka, teman saya bahkan sampai ditanya oleh mereka bagaimana caranya untuk bisa bertemu dengan Jokowi di Jakarta, sekedar hanya untuk bertemu, salaman dan melihat wajahnya. Jujur, Sederhana dan Merakyat Ketika teman saya menanyakan apa alasan mereka begitu sukarela memasang umbul- umbul bergambar Jokowi dan begitu antusiasnya mereka untuk bertemu dan bertatap muka dengan Jokowi, mereka kompak menjawab bahwa Jokowi adalah tipe pemimpin ideal mereka. Bagi mereka pemimpin adalah sosok seperti Jokowi yang bergaya seperti masyarakat kebanyakan, tanpa jarak dan hambatan birokrasi dengan rakyat, tegas dan punya visi namun disisi lain dalam menyelesaikan masalah- masalah rakyat tidak mengggunakan powernya sebagai penguasa dan tidak semena-mena atas nama undang- undang/ perda dalam pelaksanaan kebijakannya. Namun mau berkomunikasi dengan rakyat dan juga jujur terhadap rakyat. Bagi mereka tipe pemimpin seperti itulah yang ideal ditengah- tengah perilaku dan moral elit dan pemimpin politik yang bermewah- mewah, korup, berjarak dengan rakyat dan cenderung mementingkan kepentingan dan keinginannya sendiri tanpa ada komunikasi timbal balik dengan rakyat dan tidak menunjukan gaya dan perilaku empati ditengah situasi masyarakat. Kebutuhan Model Pemimpin ala Jokowi Ketika saya mendapat tugas dari kantor untuk di beberapa wilayah Indonesia, yaitu di Masohi di Ambon, di daerah Batu Betumpang di Bangka Belitung, di beberapa wilayah Sulawesi, di daerah Kalimantan, saya juga menemukan fenomena yang sama ditemui oleh teman saya. Dalam sebuah pertemuan tidak sengaja disebuah warung kopi di pedalaman sebuah kabupaten di Pulau Seram misalnya, saya menemukan begitu antusiasnya masyarakat dalam membicarakan Jokowi. Tampak dari mata dan ekspresi mereka kekaguman akan sosok Jokowi. Menurut mereka, Jokowi adalah tipe pemimpin ideal meraka. Sosok pemimpin yang tidak jumawa dengan pangkatnya, tidak menghargai masyarakat yang dipimpinnnya, sosok yang mau mendengar namun juga tegas dalam menjalankan visinya, serta sosok yang sederhana dalam bergaya dan bersikap. Sosok pemimpin yang mereka idam- idamkan sejak dahulu ditengah- tengah pola kepemimpinan ala adipati yang feodalistik, pola kepemimpinan yang elitis dan bermewah- mewah. Bagi mereka Jokowi adalah sosok yang pemimpin yang mengerti bahwa masyarakat masih banyak yang belum hidup mapan, belum banyak tersentuh pembangunan dan masyarakat adalah raja/ konsumen dari pemimpinnya yang harus dipuaskan. Saya melihat fenomena tersebut merupakan puncak keinginan rakyat kebutuhan akan model kepemimpinan yang berbeda dengan era sebelumnya yaitu kepemimpinan ala Jokowi. Dimana seiring dengan munculnya pola kepemimpinan baru yang ditunjukan oleh Jokowi, masyarakat kemudian aktif berpartisipasi dan dilakukan secara sukarela. Sebuah bentuk partisipasi politik yang jarang ada dalam masyarakat Indonesia yang partisipasinya selama ini cenderung disusun dari top down, digerakan oleh uang atau kekuasaan dan partisipasi politik yang digerakan oleh elemen luar. Kebutuhan dan kerinduan masyarakat akan sosok Jokowi sebagai pemimpin mereka yang membuat mereka semangat dalam membicarakan, mendukung , merindukan dan setuju apabila Jokowi mencalonkan diri menjadi pemimpin yang lebih tinggi (presiden) Jokowi dan Pilres 2014 Kini Jokowi telah mencalonkan diri menjadi presiden Republik Indonesia yang ketujuh. Dan sebagaimana dilihat di media, ketika Jokowi berkunjung ke daerah- daerah tersebut, dukungan dan antusiasme masyarakat begitu kuat dan membludak. Melihat animo dan kuatnya dukungan terhadap Jokowi di daerah- daerah pedalaman di seluruh Indonesiadi era kampanye Pilpres ini menjadi kuat keyakinan dan prediksi saya bahwa memang masyarakat membutuhkan sosok pemimpin yang seperti Jokowi, sosok yang selama ini dibutuhkan oleh masayarakat Indonesia ditengah- tengah kebuntuan, kebosanan, kemuakan masyarakat akan perilaku pemimpin- pemimpin sebelumnya yang jauh dari pikiran dan perilaku untuk membangun dan mensejahterakan rakyat. Jokowi adalah harapan, pemimpin ideal dan solusi masalah kebangsaan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar